header image
Menu-Utama
Beranda
Organisasi
Lingkup Kerja
Profil
Berita
Galeri Gambar
Artikel
Jaringan
Lowongan Kerja
Kusala Swadaya
Home
Form Login
Username

Password

Simpan di sini
Lupa Password!
Belum Daftar? Daftar di sini
Anda Pengunjung Ke:

Saat ini 11 pengunjung online
Hari Ini (Today)203
Kemarin (Yesterday)378

Gambar Random
Informasi IP Anda
>>> IP address: 54.235.20.17
Beranda arrow Artikel
Artikel
KADER PENGGERAK SOSIAL EKONOMI DI ERA DIJKSTRA Cetak E-mail

Arah, Semangat dan Relevansi Pada Masa Sekarang [1]

Oleh Bambang Ismawan[2]

Barangkali dialog singkat berikut menarik disimak untuk memahami arah dan semangat kaderisasi ala Pater Dijkstra. "What are you doing John?" tanya seorang sahabat Jesuit (saya lupa namanya) berasal dari Amerika Serikat yang tinggal di Korea Selatan yang baru saja menerima Magsaysay Award karena telah mengubah Pulau Jeju yang miskin menjadi sejahtera berkat proyek pengembangan peternakan rakyat yang membahana. Jawab Pater Dijkstra enteng "nothing". Jawaban itu mencengangkan yang bertanya dan yang mendengar. "Masak...? bagaimana mungkin mengembangkan karya sosial ekonomi yang merambah luas di Asia Timur tanpa upaya serius?" desak Pater Jesuit Amerika itu. "Iya betul, bukan saya yang bekerja keras tetapi teman2 ini yang berasal dari Thailand, Malaysia, Indonesia, Vietnam, Filipina, Taiwan, Jepang, Korea dan lain-lain, mereka itulah yang bekerja.  Saya mungkin menginspirasi, secara moral mendukung dan menguatkan semangat mereka, tetapi merekalah yang mengambil inisiatif dan tanggung jawab". Ungkap Pater Dijkstra sambil menunjuk para peserta yang hadir pada lokakarya.

Baca selebihnya...
Pemberdayaan Masyarakat Desa Cetak E-mail
Pembangunan Perekonomian Nasional Melalui Pemberdayaan Masyarakat Desa

Oleh : MG Ana Budi Rahayu

Sejak pemerintahan Orde Baru sampai sekarang, gonjang-ganjing mengenai peningkatan taraf hidup petani di pedesaan selalu mengalami dinamika. Apapun kebijakan pemerintah untuk meningkatkan taraf hidup petani, seringkali menuai kritikan dan kontroversi dari berbagai pihak. Banyak kalangan yang mengatakan petani sebagai "wong cilik" yang kehidupannya semakin tertindas dan harus menjadi tumbal atas kebijakan  perekonomian pemerintah. Kita lihat kembali bagaimana kebijakan penentuan harga dasar gabah, pengurangan subsidi pupuk, mahalnya harga bahan bakar dan baru-baru ini kebijakan import yang dirasa tidak berpihak pada kepentingan dan kesejahteraan petani.
 
Baca selebihnya...
Benua Maritim Indonesia yang Rentan Gempa Cetak E-mail

Makalah yang dibawakan oleh Prof. Dr. M.T. Zen, Guru Besar pada Departemen Tehnik Geofisika, Institut Teknologi Bandung, pada acara Coffee Morning Yayasan Bina Swadaya, 21 Juni 2006 di Wisma Hijau, Diklat Bina Swadaya, Cimanggis, Depok. Makalah ini berisi tentang penjelasan mengenai fenomena gempa yang akhir-akhir ini banyak melanda Indonesia, dilihat dari sudut geofisika dan sosio-kultural.

Makalah Prof. Dr. M.T. Zen dapat didownload disini.

Bahasa|Language
IndonesianEnglish

Kegagalan bukanlah sebuah kekalahan. Kekalahan yang sesungguhnya ialah tidak pernah mencoba.

George E. Woodberry.

Saptu, 18  Mei  2013
Informasi Cuaca
For complete, click here.
Kurs IDR