header image
Menu-Utama
Beranda
Organisasi
Lingkup Kerja
Profil
Berita
Galeri Gambar
Artikel
Jaringan
Lowongan Kerja
Kusala Swadaya
Home
Form Login
Username

Password

Simpan di sini
Lupa Password!
Belum Daftar? Daftar di sini
Anda Pengunjung Ke:

Saat ini 24 pengunjung online
Hari Ini (Today)128
Kemarin (Yesterday)445

Gambar Random
Informasi IP Anda
>>> IP address: 54.234.126.92
Beranda arrow Kusala Swadaya arrow Kearifan Lokal Diangkat dalam Kusala Swadaya 2011
Kearifan Lokal Diangkat dalam Kusala Swadaya 2011 Cetak E-mail
JAKARTA, KOMPAS.com- Pelaku individu dan kelompok wirausaha yang menyatakan kemandirian dan kearifan berbuat positif untuk bangsa dan negara meraih penghargaan Kusala Swadaya 2011 yang diselenggarakan oleh Yayasan Bina Swadaya. Dewan Juri antara lain praktisi usaha Sandiaga S Uno, penulis Arswendo Atmilowoto, Direktur Eksekutif Bina Desa Dwi Astuti, budayawan Mohammad Sobary, dan Ketua The Institute for Ecosoc Rights Sri Palupi. Penghargaan Kusala Swadaya 2011 diserahkan di Jakarta, Kamis (27/10/2011), untuk kategori pelaku, pendamping, dan kelompok Wirausaha Sosial.
 

Penerima penghargaan pelaku wirausaha sosial, yakni Berti Sarova yang memelopori pasar rintisan mantan tenaga kerja Indonesia (TKI) di Lampung. Kerja kerasnya membuahkan hasil berdirinya pasar dan koperasi di Desa Labuhan Ratu, Kecamatan Labuhan Ratu, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung.

Pemenang kategori pendamping kelompok swadaya masyarakat adalah Dwi Haenri Srah Prasadja, pendamping yang melayani 450 perempuan di dua kecamatan di Kabupaten Semarang. Ia mereplikasikan kegiatan keuangan mikro ala Grameen Bank di dua kecamatan itu.
 
Adapun penghargaan bagi kelompok wirausaha sosial diberikan kepada dua kelompok, yakni kelompok perempuan nelayan Puspita Bahari di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, yang mengatasi kekumuhan di perkampungan nelayan, meningkatkan perekonomian, serta pelestarian lingkungan di Dusun Moro, Kecamatan Bonang.

Selain itu, Kelompok Sumber Sira di Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang berkontribusi menyediakan air bersih, mengurangi penyakit, dan meningkatkan perekonomian.

Ketua Yayasan Bina Swadaya Nico Krisnanto mengemukakan, di kalangan masyarakat masih banyak kearifan dan pemain-pemain lokal yang menyatakan kearifannya untuk berbuat sesuatu yang lebih positif untuk bangsa dan negara. Di masa sekarang, informasi yang melimpah ruah membuat bangsa ini terjebak oleh optimisme versus pesimisme. "Untuk itu, mari kita kembali ke khittah kita menggali kekayaan yang ada di bangsa kita, begitu banyak pelaku lokal yang berbuat sesuatu nyata," ujar Nico.

Kusala Swadaya merupakan penghargaan yang diberikan kepada orang dan kelompok yang dengan inisiatif dan kreativitas untuk peningkatan keberdayaan masyarakat, baik melalui aktivitas di bidang kesehatan, lingkungan, pendidikan, sosial ekonomi dan teknologi tepat guna melalui pendekatan kewirausahaan.

Kusala Swadaya tahun ini merupakan kedua kalinya. Sebelumnya, Kusala Swadaya diadakan pada tahun 2007.

 Sumber:http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/10/27/1219302/Kearifan.Lokal.Diangkat.dalam.Kusala.Swadaya.2011

 

<Sebelumnya   Berikutnya>
Bahasa|Language
IndonesianEnglish

Komunikasi dalam perusahaan harus sering dilakukan dengan terus terang, saling mendengarkan, dan tidak melihat kepangkatan atau kedudukan.

Bob Allen - AT&T President

Kamis, 23  Mei  2013
Informasi Cuaca
For complete, click here.
Kurs IDR